Mau share kerjaan semester satu moga jadi manfaat semua nya... boleh copas tapi di baca dulu ya takut ada yg salah yaa, namanya juga manusia tempat salah dan dosa :D
___________________________________________________________
BAB I BEHAVIORISTIK
1. ALPORT
Teori alport atau sering juga di sebut Teori
traits menekankan pada keunikan antar idividual dan focus pada apa yang di
miliki oleh diri orang tersebut serta cara indivdu beradaptasi dengan
lingkungannya.
1.1 Struktur dan dinamika kepribadian
a. Traits : Perilaku seseorang dalam
menghadapi suatu kadaan. Dibagi menjadi 5 :
·
Openness : bersifat terbuka dan menyukai hal baru
·
Conscientiousness: tingkat ksadaran dan fokus tinggi
pada suatu objek
·
Extraversion : pengekspresian tingi pada emos
·
Agreebleness : bersifat baik, berkasih sayang
·
Neuroticism : emosi tidak stabil sehingga berbuah
kecemasan
b. Peronal dispostion : perwujudan dari sifat
umum ke ke khusus. Dibagi menjadi 3 :
·
Disposisi pokok : karakter yang bisa di temukan pada tiap orang
·
Diposisi sentral : karater yang kuat pada seseorang
Contoh
: sifat indah yang egois
·
Disposisi sekunder : karakter yang jarang muncul, sesuai dengan kondisi
Contoh
: seorang yang biasanya kalem akan marah jika di hina
c. Hubungan antara traits,habit,attitides dan type :
beracuan pada ke unikan seseorang
·
Habbits (kebiasaan) :
sikap yang paling umu dilakukan. Seperti makan
·
Trais :
gabugan habbits
·
Sikap :
kecenderungan untuk merespon kegiatan. Seperti sukan akan makanan
tertentu
·
Tipe :
gabungan dari ke 3 konsep di atas
d. Motivasi : Fungsional Autonomi. Memandang
perkembangan tidak bepengaruh pada masa lalu. Dibagi menjadi 2:
·
Perseverative Otonomi Fungsiona : pekembangan
kepribadian yang tanpa di sadari sudah ada, seperti
anak yang sering negoceh
·
Propriate Otonomi Fungsional :
perkebangan kepribadian yang bisa di bentuk dengan cara belajar. Seperti
keinginan untuk menjadi psikolog
e. Propium : keinginan manusia untuk selalu maju
berkembang. Beberapa teoritis mengatakan propium adalah ego, Allport menghindari ego sebagai penggerak utama
kepribadian karena pengalaman juga berpengaruh.
1.2 perkembangan kepribadian
a. Bayi :hanya memiliki dorongan primitif tanpa kepribadian
b. perkembangan
propium
·
0-3 tahun : Pembanguanan keadaran diri, pengenalan bahasa dan
kebanggaan
·
4-6 tahun : Perluasan diri dan gambaran diri, pennaman nilai dan
tanggung jawab
·
6-12 tahun : Kesadaran diri, kemampuan engatasi masalah dr
lingkungan
·
Remaja : Propriate
striving, membangun tujuan ke masa depan dan pencarian identitas
·
Dewasa : keterorganisasian
dan keselarasan sifat
2. JOHN DOLLARD & NAEL E MILLER
2.1 Struktur kepribadian
Berorientasi pada habibt/kebiasaan yaitu
hubungan stimuus dan respon yang sabis dan berlagsung lama dan di pengaruhi
oleh pengalaman.
2.2 Dinamika kepribadian
a. moivasi-dorongan :
·
Dorongan priemer (priemary drive) : sudah ada sejak awal seperti lapar,
dan haus
·
Dorogan yang di pelajari ( secondary drive) : di dapat dari pengalaman
seperti kecemasan . berperan pentig sebagai penutup primary drive yang kadang
bersifart tidak jelas
b. proses belajar
·
Drive : dorongan
untuk melakukan kegiatan
·
Cue : dororngan
yang memberi petunjuk melakukan respon
·
Response : aktivitas yang
dilakukan berdasarkan stiumulus
·
Reasoning : pemecahan masalah
dengan logika
·
Reinforcement : penggerak dorongan
c. proses mental yang lebih tinggi
·
Generalisai simulus : perluasan stimulus misal
·
Reasoning :
berfikir untuk pemecahan masalah
·
Bahasa (ucapan,fikiran,tulisan maupun sikap tubuh) :
memberi tanda suatu kejadian . misal memakan mangga muda pasti dengan sambal
rujak berbeda apabila mangga gadungyang
langsung dimakan.
·
Secondary drives : dorongan skunder bisa menutupi
dorongan premier. Tapi doronganskunder bisa melemah jika tidak mendapat respon.
Misal ani ingin mendapat kasih sayang ibunya sehingga iya membantu ibuny. Tapi
ibunya tidak merespon akhirnya dia berhent membantu ibunya
d. model konflik
·
konflik approach-avoidance: pilihan negatif dan positiv
misal saya bisa melakukan semua hal sendiri, tapi jika melakukan sendiri saya
jadi anti-sosial
·
konflik avoidance-avoidance
: pilihan negatif dan negatif. Misal jika saya mau akan masuk jurang jika
mundur di tekam buaya
·
konflik approach-approac : pilihan positiv dan positiv
. misal saya di terima di 2 universitas terbaik
e. ketidak sadaran
·
ketidaksadaran yang berisi
hal yang tidak pernah disadari seperti stimuli,drive dan respon yang dipelajari
bayi sebelum bisa
·
Ketidak sadaran yang pernah disadari tetapi
tidak bertahan dan menjadi tidak disadari karena adanya represi
2.3 Perkembangan Kepribadian
a. perangkat innate : pada bayi, di bagi
menjad reflek:
·
Refleks spesifik (specific reflexes) : respon langsung
pada stimulus
·
Respon bawaan yang hirarkis (innate hierarchies of
response : kecenderungan menghindari stiulus negatif
·
Dorongan primer (primary drives) : lapar, haus
b. konteks sosial : perilaku sangat
berpengaruh terhadap lingkungan dan suku. Misal orang yang tingal di batak dan
papua memilii perilaku dan bahasa berbeda
c. situasi pembelajaran
·
Situasi makan
·
Pendidikan kebersihan
·
Pendidikan seks awal
·
Pengendalian
marah dan agresi
2.4 Aplikasi
Ada 3 cara agar presepsi buruk tidak muncul
·
Memberi
nama lain : masalah besar di katakan sedikit
·
Respon pengganti : memberi
pata palsu
·
Tidak memikirkan : jika
ingin melupakan mantan jangan di fikirkan
3. SKINER
3.1 Sruktur Kepribadian
Skiner ber oren tasi pada perilaku dan
lingkunan
Tipe perilaku
·
Perilaku responden (Respondent Behavior) : perilau yang ditimulkan
stimulus sejas
·
Perilaku operan (Operant Behavior) : perilau yang ditimulkan stimulus
tidak sejas dan dari individu sendiri
3.2 Dinamika Kepribadian
a. kepribadian dan belajar : hakekat teori
Skinner adalah teori belajar bagaimana individu menjadi memiliki perilaku baru,
menjadi lebih terampil, menjadi lebih tahu
b. pengkordinasian opera : pengkon disian
dimana manusia di paksa belajar melalu stimulus-stimlus lingkungan dan gerak
c. pegtauran penguatan : untuk mendapat
respon yang tepat bisa di tambah dengan penguatan di waktu yang tepat. Antara
alain:
·
Continuous reinforcement (penguat
berkelanjutan) : penguat di beri secara berkala
·
Fixed Interval (Interval Tetap) : Pemberian penguat berselang teratur, misalnya
setiap 5 menit
·
fixed Ratio (Perbandingan tetap)
: pembeian retatif sama
·
Variabel ratio (perbandingan berubah) :
pemberian secara acak
d. Generalisasi
& Diskriminasi
·
Generalisasi stimulus :
timbulnya respon dari stimuus berbeda
·
Diskriminatif stimulus : kemampuan untuk membedakan stimulus
e. Tingkah Laku
Takhyul (Superstitious Behavior) : stimulus yang tidak jeals dan tidak nyata tapi berpengaruh besar pada respon
3.3 PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Perilaku abnormal
bisa di luruskan dengan memanipulasi ligkungan. Keiatan abnormal tersebut
meliputi :
a. Kekurangan tingkah laku (behavior deficit)
b. Kesalahan penguatan (schedules reinforcement
error) : pemberian hadiah atau hukuman
tidak tepat mengakibatkan respon tidak sesuai yang di harapkan
c. Kesalahan
memahami stimulus (failure in discriminating stimulus) : gagal dalam memahai stimulus sehinga respn
tidak sesuai
d. Merespon secara salah (inapropriate
set of response) : stimulus bisa di pahami tapi respon tidak esuai
3.4
Modifikasi Tingkah Laku
a. Pembanjiran
(Flooding) : dengan memberi penyebab kecemasan sampai klien
sadar bahwa itu tidak nyata
b. Terapi Aversi :
pengkondisian oleh terapis
c. Pemberian hadiah
atau hukuman secara selektif (selective reward/punishment) : pemberiann hadiah atu hukuman sebagai
penguat harus ssuai agar tidak menimnukan salah respon
d. Latihan
keterampilan sosial (social skill training) : melatih manusia agar bisa bersosialisasi misal pada pasien depresi
e. Kartu berhaga (Token
Economy : pemberian tanda
kartu/simbol sebagai penguat stimulus
4. CATTELL
Menurut Cattell kepribbadian adalah ‘‘Personality is that which permits
a prediction of what a person will do in a given situation’’ jadi kepribadian
adalah segla bentuk perilaku yang nampak maupuntidak.
4.1 Hakikat kepribadian
a. Trait : reaksi reltif pada
kepribadian
b. Erg : energi untu melakukan sesuatu baik insing atau dorongan sejak
ahir
c. Metaerg. : energi untuk
melakukan sesuatu di dapat dari
perkembangan
d. self : pengatur segala sifat agar stabil. Dibagi 2:
·
ideal self ( diri
yang diinginkan oleh seseorang)
·
real self (ciri
yang seharusnya menurut pertimbangan rasional)
e. Specification Equation. : tingkah laku yang bisa di ramalkan
4.2 Perkembangan kepribadian
Dynamic cross road : proses pembelajaran kepribadian yg di dorong erg
a. Infancy (0-6 th) : berusaha memuaskan erg. Di dominasi orangtua
b. Cildhood (6-14 th): mulai mandiri
c. Adolescence (14-23 th) : fase paling banyak masalah namun susah
mengatasi
d. Maturity (23-50 th) : mulai meninggalkan erg lahiriah ke erg
batiniah dan lebih mampu mengatur emosi
e. Late Maturity : fase dimana individu melaukan penekanan agar
ingkungan bisa menerima
f. Old age : usaha tmbahan pada fase Late Maturity
BAB II HUMANISTIK
1. MURRAY
1.1 Struktur Kepribadian
Tidak jauh denga Freud karena Murray juga seorang psikoanalisis
a. id : gudang opemikiran sejak
lahir berorientasi idak hanya kenik matan tapi juga empati, cinta
b. Ego : tindakan yang bisa
memihak id maupun super ego dan pusat pengatur tingkah lau
c. superego : batasan atau norma yang berlangsung seumur hidup
1.2 Dinamika Kepribadian
a.
Peredaan Tegangan
(Tension Reduction) : manakala bangkit need, orang berada pada tension, dan
kepuasanlah yang mereduksi tension
b.
Kebutuhan (Needs) :
konstruk mengenai kekuatan di bagian otak yang mengorganisir berbagai proses
seperti persepsi, berfikir dan berbuat untuk mengubah kondisi yang ada dan
tidak memuaskan.
c.
Tekanan (Press) :
penentu tingkah laku yang berasal dari dalam diri individu, tekanan adalah
bentuk penentu tingkah laku yang berasal dari lingkungan
·
Ada dua jenis
tekanan; tekana alfa (alfa press): kualitas lingkungan yang muncul dalam
kenyataan; dan tekanan beta (Beta Press): kualitas lingkungan sebagaimana
teramati oleh individu
1.3 Perkembangan kepribadian
a. Kompleks kaustral :
Hidup dalam kandungan sangat aman, tenang, sangat tergantung dan kita sering
berharap ingin mengalaminya kembali
b. Kompleks oral
c. Kompleks anal
d. Kompleks uretral :
cita-cita yang terlalu tinggi dan mimpi-mimpinya hancur karena kegagalan.
e. Kompleks kastrasi
2. MASLOW
2.1 Struktur kepribadian
Berorientasi pada kebutuhan-kebuuhan manusia. Kebutuhan secara luas di
bagi 2 :
·
kenutuhan dasar :
kasing sayang, rasa aman, harga diri
·
kebutuhan meta :
untuk berkembang meliput keamanan keadialan
maslow juga membagi kebutuhan
menjdi 5 tingkat
1) Kebutuhan Fisiologis : oksigen , makan, minum
2) Kebutuhan Keamanan : tidak dalam bahaya lingkungn yang aman
3) Kebutuhan Cinta, sayang dan kepemilikan : cinta kasih agar
anusia tidk kesepian
4) Kebutuhan Esteem : kebutuhan akan di hargai oleh orang lain
5) Kebutuhan Aktualisasi Diri : kebutuhan ntuk menambah ilmu dan
mengetahui dunia luar
2.2 Perkembangan kepribadian
Menurut maslow pwkwmbangan kepribadian mengarah pada aktualisasi diri. factor mengapa manusia itu
gagal untuk berkembang dan tumbuh, diantarantaya adalah:
a.
Naluri manusia
lemah, sehngga kalah oleh kebiasaan buruk
b.
Naluri dianggap hal
negativ
c.
Kecenderungan tidak
percaya diri
d.
Lingkungan tidak
kooperatif
e.
Tidak
beraktualisasi
3. ROGER
Konsepsi – konsepsi pokok dalan teori Rogers adalah :
1) Organism, yaitu
keseluruhan individu.
a) Organisme bereaksi
sebagai keseluruhan terhadap medan phenomenal dengan maksud memenuhi kebutuhan
– kebutuhannya.
b) Organisme mempunyai satu
motif dasar yaitu mengaktualisasikan, mempertahankan dan mengembangkan diri.
c) Organisme mungkin
melambangkan pengalamanya sehingga hal itu disadari, atau mungkin menolak
pelambangan itu, sehingga pengalaman – pengalaman itu tak disadari atau mungkin
juga organisme itu tak memperdulikan pengalaman – pengalamanya.
2) Medan phenomenal punya
sifat disadari atau tak disadari, tergantung apakah pengalaman yang mendasari
phenomenal itu dilambangkan atau tidak.
3) Self, yaitu bagian medan
penomenal yang terdiferensiasikan dan terdiri dari pola – pola pengamatan dan
penilaian sadar dari pada “ I “ atau “ me “.
Self mempunyai macam – macam sifat, yaitu :
a) Self berkembang dari
interaksi organisme denga lingkunganya.
b) Self mungkin
menginteraksi nilai – nilai orang lain dan mengamatinya dalam cara ( bentuk )
yang tidak wajar.
c) Self bertingkah laku
dalam cara yang selaras ( consistent ) dengan self.
d) Pengalaman – pengalaman
yang tak selaras dengan struktur self diamati sebagai ancaman.
e) Self mungkin berubah
sebagai hasil dari pematangan (maturation ) dan belajar.
4. LEWIN
Berorietasi pada hubungan manusia manusia dengan lingkungan dan
lngkungan psikis. Ciri ciri utama :
·
Tingkah laku adalah
suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadi
·
Analisis mulai
dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana bagian bagian komponennya
dipisahkan
·
Orang yang kongkret
dalam situasi yang kongkret dapat digambarkan secara matematis
4.1 Struktur kepribadian
a. Ruang Hidup : fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu.
Secara matematis : TL = f(RH), TL (tingkah laku), f (fakta), RH (ruang hidup)
b. Lingkungan Psikologis : Meskipun pribadi dikelilingi oleh lingkungan
psikologinya, namun ia bukanlah bagian dalam lingkungan tersebut. Dalam hal ini
fakta-fakta lingkungan dapat mempengaruhi pribadi.
Secara Matematis : P = f(LP), P
(pribadi), LP (lingkungan psikologi).
c. Pribadi : bagian terpisah
namunterhubung dengan lingkungan dan satu sama lain
4.2 Dinamika Kepibadian
a. energi : muncul dari perbedaan tegangan antar sel atau antar region
b. Tegangan : dibagi menjadi
2 yaitu tegangan yang cenderung menjadi seimbang dan cenderung untuk menekan
bondaris system yang mewadahinya.
c. Kebutuhan : mencakup
pengertian motif, keinginan dan dorongan.
d. d. Tindakan (action) :
dua konsep dalam tindakan yang bertujuan di daerah lingkungan psikologis.
e. Valensi : nilai region
dari lingkungan psikologis bagi pribadi. Region valensi positif dapat
mengurangi rasa takut dan region valensi negative dapat meningkatkan rasa takut
f. Vector : gerakan apabia
ada energi pendorong
g. lokomasi : perpndanhan
lngkungan pribadi
h. event : hasil interaksi
antara 2 atau lebih fakta baik didaerah pribadi maupun didaerah lingkungan.
i. Konflik :situasi menerima
kekuatan sama dari arah berbeda.
·
Konflik tipe 1 : 2
kekuatan mengenai 1 individu
·
Konflik tipe 2 :
leih dari 2 kekuatan dapat menimbulkan kekalahan
·
Konflik tipe 3 : Seseorang berusaha mengatasi
kekuatan-kekuatan penghambat, sehingga konflik menjadi terbuka, ditandai dengan
sikap kemarahan, agresi , pemerontakan atau sebaliknya penyerahan diri yang
neorotik.
j. Tingkat Realita :
·
Lokomosi actual :
sesuai kenyataan
·
Lokomosi imajinasi
: tidak nyata
4.3 Perkembangan Kepriadian
a.
Diferensiasi : semakn bertambah usia kecakapan akan terus betambah.
Misal semakin dewasa semakin bisa memendam rahasia
b.
Perubahan dalam variasi tingkah lakunya
c.
Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks
d.
Bertamah luas arena aktivitas : misal anak hanya memikirkan masa kini
jika dewasa memikirkan masa kini, lampau dan akan datang
e.
Perubahan dalam realitas : semakin dewasa semakin bisa membedakan
mana yang yata dan tdak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar