Jumat, 20 Mei 2016

TEORI BEHAVIORISTIK DAN HUMANISTIK



 Mau share kerjaan semester satu moga jadi manfaat  semua nya... boleh copas tapi di baca dulu ya takut ada yg salah yaa, namanya juga manusia tempat salah dan dosa :D
___________________________________________________________



BAB I BEHAVIORISTIK
1. ALPORT
Teori alport atau sering juga di sebut Teori traits menekankan pada keunikan antar idividual dan focus pada apa yang di miliki oleh diri orang tersebut serta cara indivdu beradaptasi dengan lingkungannya.
1.1 Struktur dan dinamika kepribadian
a. Traits : Perilaku seseorang dalam menghadapi suatu kadaan. Dibagi menjadi 5 :
·         Openness : bersifat terbuka dan menyukai hal baru
·         Conscientiousness: tingkat ksadaran dan fokus tinggi pada suatu objek
·         Extraversion : pengekspresian tingi pada emos
·         Agreebleness : bersifat baik, berkasih sayang
·         Neuroticism : emosi tidak stabil sehingga berbuah kecemasan
b. Peronal dispostion : perwujudan dari sifat umum ke ke khusus. Dibagi menjadi 3 :
·         Disposisi pokok : karakter yang bisa di temukan pada tiap orang
·         Diposisi sentral : karater yang kuat pada seseorang
            Contoh : sifat indah yang egois
·         Disposisi sekunder : karakter yang jarang muncul, sesuai dengan kondisi
            Contoh : seorang yang biasanya kalem akan marah jika di hina
c. Hubungan antara traits,habit,attitides dan type : beracuan pada ke unikan seseorang
·         Habbits (kebiasaan)                 : sikap yang paling umu dilakukan. Seperti makan
·         Trais                                        :  gabugan habbits
·         Sikap                                       : kecenderungan untuk merespon kegiatan. Seperti                                                   sukan akan makanan tertentu                        
·         Tipe                                         : gabungan dari ke 3 konsep di atas                           
d. Motivasi : Fungsional Autonomi. Memandang perkembangan tidak bepengaruh pada masa lalu. Dibagi menjadi 2:
·        Perseverative Otonomi Fungsiona : pekembangan kepribadian yang tanpa di sadari                                                           sudah ada, seperti anak yang sering negoceh
·         Propriate Otonomi Fungsional      : perkebangan kepribadian yang bisa di bentuk dengan cara belajar. Seperti keinginan untuk menjadi psikolog
e.  Propium : keinginan manusia untuk selalu maju berkembang. Beberapa teoritis mengatakan propium adalah ego, Allport menghindari ego sebagai penggerak utama kepribadian karena pengalaman juga berpengaruh.
1.2 perkembangan kepribadian
a. Bayi :hanya memiliki dorongan primitif tanpa kepribadian
b. perkembangan propium
·         0-3 tahun       : Pembanguanan keadaran diri, pengenalan bahasa dan kebanggaan
·         4-6 tahun       : Perluasan diri dan gambaran diri, pennaman nilai dan tanggung jawab
·         6-12 tahun     : Kesadaran diri, kemampuan engatasi masalah dr lingkungan
·         Remaja          :  Propriate striving, membangun tujuan ke masa depan dan pencarian                              identitas
·         Dewasa         : keterorganisasian dan keselarasan sifat
2. JOHN DOLLARD & NAEL E MILLER
2.1 Struktur kepribadian
Berorientasi pada habibt/kebiasaan yaitu hubungan stimuus dan respon yang sabis dan berlagsung lama dan di pengaruhi oleh pengalaman.
2.2 Dinamika kepribadian
a. moivasi-dorongan :
·         Dorongan priemer (priemary drive) : sudah ada sejak awal seperti lapar, dan haus
·         Dorogan yang di pelajari ( secondary drive) : di dapat dari pengalaman seperti kecemasan . berperan pentig sebagai penutup primary drive yang kadang bersifart tidak jelas
b. proses belajar
·         Drive               : dorongan untuk melakukan kegiatan
·         Cue                  : dororngan yang memberi petunjuk melakukan respon
·         Response         : aktivitas yang dilakukan berdasarkan stiumulus
·         Reasoning       : pemecahan masalah dengan logika
·         Reinforcement : penggerak dorongan
c. proses mental yang lebih tinggi
·         Generalisai simulus    : perluasan stimulus misal
·         Reasoning                   : berfikir untuk pemecahan masalah
·         Bahasa (ucapan,fikiran,tulisan maupun sikap tubuh) : memberi tanda suatu kejadian . misal memakan mangga muda pasti dengan sambal rujak berbeda apabila mangga gadungyang  langsung dimakan.
·         Secondary drives : dorongan skunder bisa menutupi dorongan premier. Tapi doronganskunder bisa melemah jika tidak mendapat respon. Misal ani ingin mendapat kasih sayang ibunya sehingga iya membantu ibuny. Tapi ibunya tidak merespon akhirnya dia berhent membantu ibunya
d. model konflik
·         konflik approach-avoidance: pilihan negatif dan positiv misal saya bisa melakukan semua hal sendiri, tapi jika melakukan sendiri saya jadi anti-sosial
·          konflik avoidance-avoidance : pilihan negatif dan negatif. Misal jika saya mau akan masuk jurang jika mundur di tekam buaya
·         konflik approach-approac : pilihan positiv dan positiv . misal saya di terima di 2 universitas terbaik
e. ketidak sadaran
·          ketidaksadaran yang berisi hal yang tidak pernah disadari seperti stimuli,drive dan respon yang dipelajari bayi sebelum bisa
·          Ketidak sadaran yang pernah disadari tetapi tidak bertahan dan menjadi tidak disadari karena adanya represi

2.3 Perkembangan Kepribadian
a. perangkat innate : pada bayi, di bagi menjad  reflek:
·         Refleks spesifik (specific reflexes) : respon langsung pada stimulus
·         Respon bawaan yang hirarkis (innate hierarchies of response : kecenderungan menghindari stiulus negatif
·         Dorongan primer (primary drives) : lapar, haus
b. konteks sosial : perilaku sangat berpengaruh terhadap lingkungan dan suku. Misal orang yang tingal di batak dan papua memilii perilaku dan bahasa berbeda
c. situasi pembelajaran
·         Situasi makan
·         Pendidikan kebersihan
·          Pendidikan seks awal
·           Pengendalian marah dan agresi
2.4 Aplikasi
Ada 3 cara agar presepsi buruk tidak muncul
·           Memberi nama lain : masalah besar di katakan sedikit
·          Respon pengganti : memberi pata palsu
·          Tidak memikirkan : jika ingin melupakan mantan jangan di fikirkan

3. SKINER
3.1 Sruktur Kepribadian
Skiner ber oren tasi pada perilaku dan lingkunan
Tipe perilaku
·         Perilaku responden (Respondent Behavior)  : perilau yang ditimulkan stimulus sejas
·         Perilaku operan (Operant Behavior) : perilau yang ditimulkan stimulus tidak sejas dan dari individu sendiri
3.2 Dinamika Kepribadian
a. kepribadian dan belajar : hakekat teori Skinner adalah teori belajar bagaimana individu menjadi memiliki perilaku baru, menjadi lebih terampil, menjadi lebih tahu

b. pengkordinasian opera : pengkon disian dimana manusia di paksa belajar melalu stimulus-stimlus lingkungan dan gerak
c. pegtauran penguatan : untuk mendapat respon yang tepat bisa di tambah dengan penguatan di waktu yang tepat. Antara alain:
·         Continuous reinforcement (penguat berkelanjutan) : penguat di beri secara berkala
·         Fixed Interval (Interval Tetap) : Pemberian penguat berselang teratur, misalnya setiap 5 menit
·         fixed Ratio (Perbandingan tetap) :  pembeian retatif sama
·         Variabel ratio (perbandingan berubah) : pemberian secara acak
d. Generalisasi & Diskriminasi
·         Generalisasi stimulus  :  timbulnya respon dari stimuus berbeda
·         Diskriminatif stimulus : kemampuan untuk membedakan stimulus
e. Tingkah Laku Takhyul (Superstitious Behavior) : stimulus  yang tidak jeals dan tidak nyata  tapi berpengaruh besar pada respon
3.3 PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Perilaku abnormal bisa di luruskan dengan memanipulasi ligkungan. Keiatan abnormal tersebut meliputi :
a. Kekurangan tingkah laku (behavior deficit)
b. Kesalahan penguatan (schedules reinforcement error) : pemberian hadiah atau hukuman tidak tepat mengakibatkan respon tidak sesuai yang di harapkan
c. Kesalahan memahami stimulus (failure in discriminating stimulus) : gagal dalam memahai stimulus sehinga respn tidak sesuai
d. Merespon secara salah (inapropriate set of response) : stimulus bisa di pahami tapi respon tidak esuai

3.4 Modifikasi Tingkah Laku
a. Pembanjiran (Flooding) :  dengan memberi penyebab kecemasan sampai klien sadar bahwa itu tidak nyata
b. Terapi Aversi : pengkondisian oleh terapis
c. Pemberian hadiah atau hukuman secara selektif (selective reward/punishment) : pemberiann hadiah atu hukuman sebagai penguat harus ssuai agar tidak menimnukan salah respon
d. Latihan keterampilan sosial (social skill training) : melatih manusia agar bisa bersosialisasi misal pada pasien depresi
e. Kartu berhaga (Token Economy : pemberian tanda kartu/simbol sebagai penguat stimulus
4. CATTELL
Menurut Cattell kepribbadian adalah ‘‘Personality is that which permits a prediction of what a person will do in a given situation’’ jadi kepribadian adalah segla bentuk perilaku yang nampak maupuntidak.
4.1 Hakikat kepribadian
a.  Trait : reaksi reltif pada kepribadian
b. Erg : energi untu melakukan sesuatu baik insing atau dorongan sejak ahir
c.  Metaerg. : energi untuk melakukan sesuatu di dapat  dari perkembangan
d. self : pengatur segala sifat agar stabil. Dibagi 2:
·         ideal self ( diri yang diinginkan oleh seseorang)
·         real self (ciri yang seharusnya menurut pertimbangan rasional)
e. Specification Equation. : tingkah laku yang bisa di ramalkan
4.2 Perkembangan kepribadian
Dynamic cross road : proses pembelajaran kepribadian yg di dorong erg
a. Infancy (0-6 th) : berusaha memuaskan erg. Di dominasi orangtua
b. Cildhood (6-14 th): mulai mandiri
c. Adolescence (14-23 th) : fase paling banyak masalah namun susah mengatasi
d. Maturity (23-50 th) : mulai meninggalkan erg lahiriah ke erg batiniah dan lebih mampu mengatur emosi
e. Late Maturity : fase dimana individu melaukan penekanan agar ingkungan bisa menerima
f. Old age : usaha tmbahan pada fase Late Maturity











BAB II HUMANISTIK
1. MURRAY
1.1 Struktur Kepribadian
Tidak jauh denga Freud karena Murray juga seorang psikoanalisis
a.  id : gudang opemikiran sejak lahir berorientasi idak hanya kenik matan tapi juga empati, cinta
b. Ego  : tindakan yang bisa memihak id maupun super ego dan pusat pengatur tingkah lau
c. superego : batasan atau norma yang berlangsung seumur hidup
1.2 Dinamika Kepribadian
a.       Peredaan Tegangan (Tension Reduction) : manakala bangkit need, orang berada pada tension, dan kepuasanlah yang mereduksi tension
b.      Kebutuhan (Needs) : konstruk mengenai kekuatan di bagian otak yang mengorganisir berbagai proses seperti persepsi, berfikir dan berbuat untuk mengubah kondisi yang ada dan tidak memuaskan.
c.       Tekanan (Press) : penentu tingkah laku yang berasal dari dalam diri individu, tekanan adalah bentuk penentu tingkah laku yang berasal dari lingkungan
·         Ada dua jenis tekanan; tekana alfa (alfa press): kualitas lingkungan yang muncul dalam kenyataan; dan tekanan beta (Beta Press): kualitas lingkungan sebagaimana teramati oleh individu
1.3 Perkembangan kepribadian

a. Kompleks kaustral : Hidup dalam kandungan sangat aman, tenang, sangat tergantung dan kita sering berharap ingin mengalaminya kembali
b. Kompleks oral
c. Kompleks anal
d. Kompleks uretral : cita-cita yang terlalu tinggi dan mimpi-mimpinya hancur karena kegagalan.
e. Kompleks kastrasi

2. MASLOW
2.1 Struktur kepribadian
Berorientasi pada kebutuhan-kebuuhan manusia. Kebutuhan secara luas di bagi  2 :
·         kenutuhan dasar : kasing sayang, rasa aman, harga diri
·         kebutuhan meta : untuk berkembang meliput keamanan keadialan
maslow  juga membagi kebutuhan menjdi 5 tingkat
1)      Kebutuhan Fisiologis : oksigen , makan, minum
2)       Kebutuhan Keamanan : tidak dalam bahaya lingkungn yang aman
3)       Kebutuhan Cinta, sayang dan kepemilikan : cinta kasih agar anusia tidk kesepian
4)       Kebutuhan Esteem : kebutuhan akan di hargai oleh orang lain
5)      Kebutuhan Aktualisasi Diri : kebutuhan ntuk menambah ilmu dan mengetahui dunia luar
2.2 Perkembangan kepribadian
Menurut maslow pwkwmbangan kepribadian mengarah pada aktualisasi diri. factor mengapa manusia itu gagal untuk berkembang dan tumbuh, diantarantaya adalah:
a.       Naluri manusia lemah, sehngga kalah oleh kebiasaan buruk
b.      Naluri dianggap hal negativ
c.       Kecenderungan tidak percaya diri
d.      Lingkungan tidak kooperatif
e.       Tidak beraktualisasi

3. ROGER
Konsepsi – konsepsi pokok dalan teori Rogers adalah :
1)      Organism, yaitu keseluruhan individu.
a)      Organisme bereaksi sebagai keseluruhan terhadap medan phenomenal dengan maksud memenuhi kebutuhan – kebutuhannya.
b)      Organisme mempunyai satu motif dasar yaitu mengaktualisasikan, mempertahankan dan mengembangkan diri.
c)      Organisme mungkin melambangkan pengalamanya  sehingga  hal itu disadari, atau mungkin menolak pelambangan itu, sehingga pengalaman – pengalaman itu tak disadari atau mungkin juga organisme itu tak memperdulikan pengalaman – pengalamanya.
2)      Medan phenomenal punya sifat disadari atau tak disadari, tergantung apakah pengalaman yang mendasari phenomenal itu dilambangkan atau tidak.
3)      Self, yaitu bagian medan penomenal yang terdiferensiasikan dan terdiri dari pola – pola pengamatan dan penilaian sadar dari pada “ I “ atau “ me “.
Self mempunyai macam – macam sifat, yaitu :
a)      Self berkembang dari interaksi organisme denga lingkunganya.
b)      Self mungkin menginteraksi nilai – nilai orang lain dan mengamatinya dalam cara ( bentuk ) yang tidak wajar.
c)      Self bertingkah laku dalam cara yang selaras ( consistent ) dengan self.
d)     Pengalaman – pengalaman yang tak selaras dengan struktur self diamati sebagai ancaman.
e)      Self mungkin berubah sebagai hasil dari pematangan (maturation ) dan belajar.
4. LEWIN
Berorietasi pada hubungan manusia manusia dengan lingkungan dan lngkungan psikis. Ciri ciri utama :
·         Tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadi
·         Analisis mulai dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana bagian bagian komponennya dipisahkan
·         Orang yang kongkret dalam situasi yang kongkret dapat digambarkan secara matematis
4.1 Struktur kepribadian
a. Ruang Hidup : fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu. Secara matematis : TL = f(RH), TL (tingkah laku), f (fakta), RH (ruang hidup)
b. Lingkungan Psikologis : Meskipun pribadi dikelilingi oleh lingkungan psikologinya, namun ia bukanlah bagian dalam lingkungan tersebut. Dalam hal ini fakta-fakta lingkungan dapat mempengaruhi pribadi.
Secara Matematis : P = f(LP), P (pribadi), LP (lingkungan psikologi).
 c. Pribadi : bagian terpisah namunterhubung dengan lingkungan dan satu sama lain
4.2 Dinamika Kepibadian
a. energi : muncul dari perbedaan tegangan antar sel atau antar region
b. Tegangan : dibagi menjadi 2 yaitu tegangan yang cenderung menjadi seimbang dan cenderung untuk menekan bondaris system yang mewadahinya.
c. Kebutuhan : mencakup pengertian motif, keinginan dan dorongan.
d. d. Tindakan (action) : dua konsep dalam tindakan yang bertujuan di daerah lingkungan psikologis.
e. Valensi : nilai region dari lingkungan psikologis bagi pribadi. Region valensi positif dapat mengurangi rasa takut dan region valensi negative dapat meningkatkan rasa takut
f. Vector : gerakan apabia ada energi pendorong
g. lokomasi : perpndanhan lngkungan pribadi
h. event : hasil interaksi antara 2 atau lebih fakta baik didaerah pribadi maupun didaerah lingkungan.
i. Konflik :situasi menerima kekuatan sama dari arah berbeda.
·         Konflik tipe 1 : 2 kekuatan mengenai 1 individu
·         Konflik tipe 2 : leih dari 2 kekuatan dapat menimbulkan kekalahan
·         Konflik tipe 3 : Seseorang berusaha mengatasi kekuatan-kekuatan penghambat, sehingga konflik menjadi terbuka, ditandai dengan sikap kemarahan, agresi , pemerontakan atau sebaliknya penyerahan diri yang neorotik.
j. Tingkat Realita :
·         Lokomosi actual : sesuai kenyataan
·         Lokomosi imajinasi : tidak nyata
4.3 Perkembangan Kepriadian
a.       Diferensiasi : semakn bertambah usia kecakapan akan terus betambah. Misal semakin dewasa semakin bisa memendam rahasia
b.      Perubahan dalam variasi tingkah lakunya
c.       Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks
d.      Bertamah luas arena aktivitas : misal anak hanya memikirkan masa kini jika dewasa memikirkan masa kini, lampau dan akan datang
e.       Perubahan dalam realitas : semakin dewasa semakin bisa membedakan mana yang yata dan tdak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar