hai hai ....Mau nge-share lagi nih tugas semester satu. berhubung semester awal yaa masi ada mata kuliah umum jadi mau nunjukin hasil kerja keras ku bersama Mas Dika dan Topik >,<ini hasil diskusi mata kuliah KEWARGANEGARAAN, dosennya kritis banget tapi jarang masuk sekali masuk materi yg di berikan sangat berbobotseperti badankujadi enak deh lebih paham dengan keadaan negriku yang indahhhdan banyak KKN..
silahkan di cek bole jadi bahan refrensi yaa... tpi jgn copas semua budayakan berfikir kritis
___________________________________________________________________________________
PEMILIH CERDAS PEMILU
INDONESIA
BAB I
PENGERTIAN PEMILIH CERDAS
Pemilu
atau biasa kita sebut dengan pemilhan umum merupakan suatu sistem pemilihan
wakil rakyat yang berasal dari rak yat dan untuk kesejahteraan rakyat itu
sendiri yang menganut paham LUBER JURDIL. Pemilihan umum tersebu di lakukan
untuk memilih pemimpin atau wakil rakyat yang dapat memimpin serta menjembatani
antara rakyat dan pemimpin. Salah satu contoh dari pemilihan umum adalah
pemilihan presiden tahun 2014.
Dalam
memilih diperlukan pemilih yang cerdas agar hasil pemilihan tersebut tepat dan
bukan hanya dipilih berdasarkan banyak sura yang ada tanpa mempertimbangkan
kemampuan yang dimiliki oleh calon yang akan di pilih. Pemilih yang cerdas itu
dapat kita artikan sebagai seorang pemilih yang tidak acuh dan mau
berpartisipasi dalam pemilihan. Tidak cuek dengan hiruk pikuk politik yang ada.
Serta dapat di artikan pula sebagai pemilih yang memilih berdasarkan visi misi
yang di uatarakan oleh calon yang akan di pilih.
Selain
itu untuk menjadi pemilih yang cerdas dalam pemilu kita harus berfikir objektiv
terharap para calon yang akan di pilih. Bukan hanya karena kita senang atau
hanya sekedar mengenal sehingga langsung kita pilih begitu saja. Melainkan kita
harus mentelaah lebih jauh lagi bagaimana sifat orang tersebut apa visi misi
kedepannya. Untuk mengetahui hal tersebut kita bisa meninjau melalui debat
debat yang di selenggarakan sebelum pemilihan umum.
Dan
lagi memilih pemimpin harus yang memiliki jiwa semnga juang dan tidak loyo,
bisa memotivasi bangsa sehingga dapat maju dengan semngat juangdan
bersungguh-sunggu bersama membangun bangsa dalam kebersamaan dan kedisiplinan .
BAB II
KEADAAN PEMILIH INDONESIA
Keadaan
pemilih di Indonesia memang belum sepenuhnya “cerdas” namun lambat laun jumlah para
pemilih cerdas bertambah seiring waktu. Namun dalam prakteknya masih saja ada
pemilih yang acuh dengan ada nya pemilihan umm. Contohnya pada pemilu tahun
2014 presentase golput mencapai 24,88% (viva news,05/14). Itu merupakan jumlah
yang sangat tinggi namun jika di bandingkan dengan presentase golput tahun 2009
yang mencapai 29,1% angka tersebut sudah menurun. Hal itu menandakan bahwa
rakyat mulai banyak yang menjadi masyarakat yang sadar akan pentingnya pemilu
bagi bangsa.
Selain
itu masi banyak praktek money politik di indonesia, yang sering disebut
serangan fajar dan juga masih banyak pendoktrian kepada pemilih yang buta akan
politik.
BAB III
PENGAPLIKASIAN PEMILIH
CERDAS
Upaya
upaya untuk menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang cerdas
dalam memilih sudah mulai di galangkan oleh beberapa kalangan masyarakat,
contohnya :
1.
Mulai adanya sosialisai-sosialisasi tentang tidak bolehnya menrima suap saat
pemilu
2.
Adanya pembekalan tentang cara pemilihan yang benar mulai dari cara menentukan
calon higga tata cara memilih saat hari H
3.
Memahami visi misi calon dengan melihat debat atau minimal membaca visi misi
mereka dan memilih mana yanag sekiranya cocok dengan kepribadian bangsa
4.
Tidak menelan mentah mentah pendapat orang lain tentang calon yang kan di pilih
5.
Ikut serda dalam arus politik yang ada.
6.
Saling mngingatkan antar masyarakat untuk tidak acuh apalagi menjadi “golongan
putih” yang tidak memilih. Karena satu suara saja sangat menentukan masa depan
bangsa.
7.
Pro aktiv dalam pemilu, bisa menjadi anggota KPU maupun mau menjadi pengingat
untuk orang lain
8.
Untuk mereka yang tidak memiliki hak memilih dapat menjadi pembantu pemilih
cerdas dengan menjaga keamaan saat sebelum, sesudah dan saat pemilihan
berlangsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar