Kamis, 05 Mei 2016

PEMILIH CERDAS PEMILU INDONESIA

hai hai ....
Mau nge-share lagi nih tugas semester satu. berhubung semester awal yaa masi ada mata kuliah umum jadi mau nunjukin hasil kerja keras ku bersama Mas Dika dan Topik  >,<
ini hasil diskusi mata kuliah KEWARGANEGARAAN, dosennya kritis banget tapi jarang masuk sekali masuk materi yg di berikan sangat berbobot seperti badanku jadi enak deh lebih  paham dengan keadaan negriku yang indahhh dan banyak KKN..

silahkan di cek bole jadi bahan refrensi yaa... tpi jgn copas semua budayakan berfikir kritis
___________________________________________________________________________________



PEMILIH CERDAS PEMILU INDONESIA
BAB I
PENGERTIAN PEMILIH CERDAS
Pemilu atau biasa kita sebut dengan pemilhan umum merupakan suatu sistem pemilihan wakil rakyat yang berasal dari rak yat dan untuk kesejahteraan rakyat itu sendiri yang menganut paham LUBER JURDIL. Pemilihan umum tersebu di lakukan untuk memilih pemimpin atau wakil rakyat yang dapat memimpin serta menjembatani antara rakyat dan pemimpin. Salah satu contoh dari pemilihan umum adalah pemilihan presiden tahun 2014.
Dalam memilih diperlukan pemilih yang cerdas agar hasil pemilihan tersebut tepat dan bukan hanya dipilih berdasarkan banyak sura yang ada tanpa mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki oleh calon yang akan di pilih. Pemilih yang cerdas itu dapat kita artikan sebagai seorang pemilih yang tidak acuh dan mau berpartisipasi dalam pemilihan. Tidak cuek dengan hiruk pikuk politik yang ada. Serta dapat di artikan pula sebagai pemilih yang memilih berdasarkan visi misi yang di uatarakan oleh calon yang akan di pilih.
Selain itu untuk menjadi pemilih yang cerdas dalam pemilu kita harus berfikir objektiv terharap para calon yang akan di pilih. Bukan hanya karena kita senang atau hanya sekedar mengenal sehingga langsung kita pilih begitu saja. Melainkan kita harus mentelaah lebih jauh lagi bagaimana sifat orang tersebut apa visi misi kedepannya. Untuk mengetahui hal tersebut kita bisa meninjau melalui debat debat yang di selenggarakan sebelum pemilihan umum.
Dan lagi memilih pemimpin harus yang memiliki jiwa semnga juang dan tidak loyo, bisa memotivasi bangsa sehingga dapat maju dengan semngat juangdan bersungguh-sunggu bersama membangun bangsa dalam kebersamaan dan kedisiplinan .
BAB II
KEADAAN PEMILIH INDONESIA
Keadaan pemilih di Indonesia memang belum sepenuhnya “cerdas” namun lambat laun jumlah para pemilih cerdas bertambah seiring waktu. Namun dalam prakteknya masih saja ada pemilih yang acuh dengan ada nya pemilihan umm. Contohnya pada pemilu tahun 2014 presentase golput mencapai 24,88% (viva news,05/14). Itu merupakan jumlah yang sangat tinggi namun jika di bandingkan dengan presentase golput tahun 2009 yang mencapai 29,1% angka tersebut sudah menurun. Hal itu menandakan bahwa rakyat mulai banyak yang menjadi masyarakat yang sadar akan pentingnya pemilu bagi bangsa.
Selain itu masi banyak praktek money politik di indonesia, yang sering disebut serangan fajar dan juga masih banyak pendoktrian kepada pemilih yang buta akan politik.
BAB III
PENGAPLIKASIAN PEMILIH CERDAS
Upaya upaya untuk menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang cerdas dalam memilih sudah mulai di galangkan oleh beberapa kalangan masyarakat, contohnya :
1. Mulai adanya sosialisai-sosialisasi tentang tidak bolehnya menrima suap saat pemilu
2. Adanya pembekalan tentang cara pemilihan yang benar mulai dari cara menentukan calon higga tata cara memilih saat hari H
3. Memahami visi misi calon dengan melihat debat atau minimal membaca visi misi mereka dan memilih mana yanag sekiranya cocok dengan kepribadian bangsa
4. Tidak menelan mentah mentah pendapat orang lain tentang calon yang kan di pilih
5. Ikut serda dalam arus politik yang ada.
6. Saling mngingatkan antar masyarakat untuk tidak acuh apalagi menjadi “golongan putih” yang tidak memilih. Karena satu suara saja sangat menentukan masa depan bangsa.
7. Pro aktiv dalam pemilu, bisa menjadi anggota KPU maupun mau menjadi pengingat untuk orang lain
8. Untuk mereka yang tidak memiliki hak memilih dapat menjadi pembantu pemilih cerdas dengan menjaga keamaan saat sebelum, sesudah dan saat pemilihan berlangsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar